ANALYSIS OF THE UTILIZATION OF POSYANDU JIWA IN THE BLOTO PUBLIC HEALTH CENTER AREA IN 2025

Authors

  • Imam Zainuri Universitas Bina Sehat PPNI Mojokerto https://orcid.org/0009-0003-5084-5925
  • Lilik Ma’rifatul Azizah Universitas Bina Sehat PPNI Mojokerto
  • Amar Akbar Universitas Bina Sehat PPNI Mojokerto
  • Siti Khotijah Universitas Bina Sehat PPNI Mojokerto

DOI:

https://doi.org/10.29082/IJNMS/2025/Vol9/Iss3/792

Keywords:

posyandu jiwa, Utilization of Posyandu, Mental health

Abstract

Mental health is part of the health status that must be achieved at the optimal level. Indicators that can be used include a decrease in psychosocial problems and the incidence of people with mental disorders (ODGJ). A service that plays a fundamental role and directly impacts the community is Posyandu Jiwa. This service is provided by the community, from the community, and for the community. The main service providers at Posyandu are mental health cadres under the guidance and support of health workers at the local Community Health Center. Posyandu Jiwa provides services for people with mental disorders (ODGJ). Services provided include regular health screenings, skills or vocational development, spiritual guidance, Group Activity Therapy (TAK), and family therapy. The purpose of this study was to analyze the utilization of Posyandu Jiwa in the working area of Bloto Health Center in 2025. This type of research is quantitative with a Cross Sectional approach. The sampling technique is total sampling. The research data were obtained from questionnaires on ODGJ knowledge, cadre behavior, family support, and ODGJ motivation. Data analysis using Chi square. There is a relationship between knowledge and the utilization of Posyandu Jiwa in Bloto Health Center in 2025 with a p-value = 0.000 (p <0.05). There is a relationship between cadre behavior and the utilization of Posyandu Jiwa in Bloto Health Center in 2025 with a p-value = 0.001 (p <0.05). There is a relationship between family support and the utilization of Posyandu Jiwa in Bloto Health Center in 2025 with a p-value = 0.001 (p <0.05). There was a correlation between patient motivation and utilization of the Posyandu Jiwa (Mental Health Post) at the Bloto Community Health Center in 2025, with a p-value of 0.002 (p < 0.05). The factor most closely related to Posyandu Jiwa utilization was knowledge, with a p-value of 0.001 (p < 0.05). One effort that needs to be improved to further optimize Posyandu Jiwa utilization is to improve knowledge among cadres, families, and cooperative individuals with mental disorders.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adeponle, A. B. (2009). Prospective Study of Psychiatric Follow-up Default and Medication Compliance after Discharge at a Psychiatric Hospital in Nigeria ProsAdeponle, A.B., Baduku., Adelekan., Suleiman., & A. (2009) ‘Prospective Study of Psychiatric Follow-up Default and Medica. Community Mental Health Journal, 4(1). https://doi.org/10.1007/s10597-008-9155-6

Afconneri, Y., Lim, K., & Erwina. (2016). Faktor-Faktor Kekambuhan Pada Klien Skizofrenia Di Poliklinik Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Hb Sa’anin Padang Yudistira,. Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan, 5(2), 321–

330. https://doi.org/http://doi.org/10.22216/jen.v5i2.3885

Almahdy, M. S., & Maramis, M. M. (2019). Faktor – faktor yang memengaruhi kekambuhanpasien skizofrenia. Retrieved from http://repository.unair.ac.id/id/eprint/81036

Anggraini, N. (2019). Hubungan Pendapatan dan Informasi Keluarga Dengan Kepatuhan Berobat Pada Pasien Skizofrenia The Relationship Of Family Income And Information Collected Family With Medication Adherence In Patients With Scizophrenia, 61–67.

Arikunto, S. (2013). Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Azhar, S. (2005). Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Azhar, S. (2011). Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Budiman. (2010). Jumlah Gangguan Jiwa. Retrieved December 5, 2019, from http://www.suarabandung.com

Burhan, R. (2013). Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Oleh Perempuan Terinfeksi HIV/AIDS. Kesmas: National Public Health Jurnal, 8(1). https://doi.org/https://doi.org/10.21109/kesmas.v8il.339

Christiawati, A. (2012). Hubungan Cara Bayar, Jarak Tempat Tinggal dan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Berobat Rawat Jalan Pasien Skizofrenia di RSJD Surakarta Retrieved from http://eprints.ums.ac.id/22001/%0Ahttp://eprints.ums.ac.id/22001/12/NASKAH_PUBLIKASI.pdf

Damayantie, N., Rusmimpong, & Elly, A. (2018). Hubungan Pengetahuan dan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Kontrol Berobat Pasien Skizofrenia di Poli Jiwa RSJD Provinsi Jambi Tahun 2018. Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat, 3(1), 1–5.

Darmawan, K. N. (2017). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Kunjungan Masyarakat Terhadap Pemanfaatan Pelayanan Posyandu di Desa Pemecutan Kelod Kecamatan Denpasar Barat. Jurnal Dunia Kesehatan, 5(2), 29–39. Retrieved from https://www.neliti.com/publications/76442/faktor-faktor- yang-mempengaruhi-perilaku-kunjungan-masyarakat-terhadap-pemanfaat

Departemen Kesehatan RI. (2006). Pedoman Umum Pengelolaan Posyandu.

Jakarta.

Departemen Kesehatan RI. (2009). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan. Jakarta.

Effendi. (1998). Dasar-Dasar Keperawatan Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Elmubarok, Z. (2008). Membumikan Pendidikan Nilai. Bandung: Alfabeta.

Fauziah., Marjan., & Andri, D. H. (2014). Hubungan Antara Faktor Renforcing dan

Aksesibilitas Posyandu Dengan Kunjungan Ibu Membawa Anak Balita Ke Posyandu di Desa Rasau Jaya 1, 38–49.

Gita, S., Fitrianan, S., & Anggraini, D. (2018). Faktor Pendidkan, Pengetahuan, Paritas, Dukungan Keluarga dan Penghasilan Keluarga yang Berhubungan Dengan Pemanfaatan Pelayanan Antenatal. Jurnal Ilmu Dan Teknologi Kesehatan, 2(1), 77–82.

Green, L. (2000). Health Promotion Planning : An Education And Environmental Approach. Second Edition. Mayfield Publishing Company. Mountain View- Toronto-London.

Gurdiansyah, E. (2017). Hubungan Perilaku Keluarga Dengan Keteraturan Berobat Klien Skizofrenia di Puskesmas Lubuk Buaya Padang. Jurnal Ilmu Kesehatan (JIK), 2(2), 1–10.

Hidana, R., Shaputra, R., & Maryati, H. (2018). Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Oleh Pasien Luar Wilayah di Puskesmas Tanah Sareal Kota Bogor Tahun 2018. Jurnal Mahasiswa Kesehatan, 1(2), 105–115.

Ilyas, Y. (2006). Mengenali Kesehatan, Review Utilisasi, Manajemen Klaim Dan Fraud (Kecurangan Asuransi Kesehatan).

Indirawati, R., Surtiningrum, A., & Nurulllita, U. (2013). Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Kontrol Berobat Pada Pasien Skizofrenia, 5(1), 1–6.

Irman, V., Patricia, H., & Srimayenti. (2017). Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Keluarga Dalam Mengontrol Minum Obat Pasien Skizofrenia. Jurnal Ilmu Kesehatan, 2(1), 130–135.

Irmansyah. (2009). Peran Serta Keluarga Terhadap Tingkat Kekambuhan Klien Skizofrenia, 3(1).

Johnson, B. . (1997). Psycgiatric-Mental Health Nursing Adaptation and Growth (4thed). Philadelphia: Lippincott-Raven.

Keliat, B. A. (1996). Peran Serta Keluarga Dalam Perawatan Klien Gangguan Jiwa. Jakarta: EGC.

Kementerian Kesehatan RI. (2009). Pedoman Pelayanan Kesehatan Jiwa Komunitas. Jakarta.

Kementerian Kesehatan RI. (2011). Pedoman Umum Pengelolaan Posyandu.

Jakarta.

Kesehatan RI. (2014). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor

18 Tahun 2014 Tentang Kesehatan Jiwa. Jakarta.

Kementerian Kesehatan RI. (2017). Peraturan Menteri Kesehatan R1 Nomor 54 Tahun 2017 Tentang Penanggulangan Pemasungan Pada Orang Dengan Gangguan Jiwa. Jakarta.

Kementerian Kesehatan RI. (2018). Hasil Utama Riskesdas Tahun 2018. Jakarta.

Kosnandri, E. F. (2017). Hubungan Tingkat Pengetahuan Keluarga Dengan Kepatuhan Pengobatan Pada Klien Skizofrenia di Unit Rawat Jalan Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat Tahun 2017.

Makhfudli, E. F. (2009). Keperawatan Kesehatan Komunitas. Jakarta: Salemba Medika.

Manalu, E. D., & Siagian, N. D. Y. (2018). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Pasien Gangguan Jiwa Melakukan Pengobatan Rutin ke Puskesmas Sidodadi Kecamatan Kota Kisaran Barat Kabupaten Asahan Tahun 2018. Jurnal Penelitian Kesmas, 2(1), 93–95. Retrieved from http://ejournal.delihusada.ac.id/index.php/JPKSY

Maramis, W. (2010). Ilmu Kedokteran Jiwa. Surabaya: Erlangga Universitas Press.

Najmah. (2011). Manajemen Analisis Data Kesehatan. Yogyakarta: Nuha Medika.

Nandar, S. T., Kandou, G. ., & Kolibu, F. . (2018). Hubungan Tingkat Pendidikan, Status Pekerjaan Dan Pendapatan Dengan Pemanfaatan Puskesmas Di Desa Wori Kabupaten Minahasa Utara.

Napirah, M. . (2016). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Di Wilayah Kerja Puskesmas Tambarana Kecamatan Poso Pesisir Utara Kabupaten Poso. Retrieved from https:ejournal2.undip.ac.id/index.php/jpk/article/view/585/html

Nelson. (2013). Ilmu Kesehatan Anak. Jakarta: EGC.

Niven, N. (2012). Psikologi Kesehatan : Pengantar Untuk Perawat dan Tenaga Kesehatan Profesional Lain. Jakarta: EGC.

Notoatmodjo, S. (2003). Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Notoatmodjo, S. (2007). Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta.

Notoatmodjo, S. (2010a). Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Notoatmodjo, S. (2010b). Metode Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

sRachmawati, S., Yusuf, A., & Fitryasari, R. (2019). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kemampuan Keluarga Dalam Pencegahan Kekambuhan Pasien Skizofrenia. Jurnal Ilmiah Keperawatan, 6(1).

Ratnawati, R. (2016). Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Berobat Penderita Skizofrenia, 6(4), 2–4.

Samuel. (2009). The Motivation Volunter: A Systemic Quality Of Life Theory.

Journal of Psychology.

Sari, Y. P., Sapitri, V. N., & Yaslina. (2018). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Terjadinya Kekambuhan Pada Penderita Gangguan Jiwa di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Dareh Kabupaten Dharmasraya. JUrnal Kesehatan Perintis, 5(1), 1–11.

Singal, H. I. V., Kandou, G. D., & Rumayar, A. A. (2018). Hubungan Antara Pengetahuan, Sikap Dan Pendapatan Dengan Pemanfaatan Puskesmas Oleh Masyarakat Desa Kima Bajo Kecamatan Wori. Jurnal Kesmas, 7(5). Retrieved from https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/kesmas/article/view/22564

Smith-East, M., & Neff, D. F. (2019). Mental Health Care Access Using Geographic Information Systems: An Integrative Review. Issues in Mental Health Nursing, 1–9. https://doi.org/10.1080/01612840.2019.1646363

Sudiharto. (2007). Asuhan Keperawatan Keluarga. Jakarta: EGC.

Sugiyono. (2010a). Metode Penelitian Kuantitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sulistyorini. (2010). Posyandu dan Desa Siaga. Yogyakarta: Nuha Medika.

Suryabrata. (2000). Pengembangan Alat Ukur psikologi. Yogyakarta: Andi Offset Press.

Sutarni. (2018). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Partispasi Ibu Ke Posyandu Di Wilayah Kerja Puskesmas Palangga Kabupaten Konawe Selatan.

Syamsurizal. (2009). Hubungan Pengetahuan dan Sikap Keluarga Terhadap Pemenafaatan Pelayanan Kesehatan Oleh Keluarga Klien Gangguan Jiwa di Ngari Pilubang Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Limau Tahun 2009.

Umayana, Tri., & C. (2014). Dukungan Keluarga Dan Tokoh Masyarakat Terhadap Keaktifan Penduduk Ke Posbindu Penyakit Tidak Menular.

Viora. (2014). Pelayanan Kesehatan Jiwa Berbasis Puskesmas. Jakarta: Direktorat Jenderal Pelayanan Medik.

Wati, I. K. (2014). Faktor- Faktor yang Berhubungan dengan Minat Ibu Terhadap

Kunjungan ke Posyandu di Kelurahan Kembangarum Kota Semarang Tahun

2014.

White, K. (2011). Pengantar Sosiologi Kesehatan dan Penyakit. Jakarta: Rajawali Press.

Windarwati, H. D., Budi, A. K., & Raden, I. I. (2016). Posyandu Kesehatan Jiwa.

Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

World Health Organization. (2018). Definisi Sehat WHO. Retrieved from www.who.int

Downloads

Published

2025-12-29

How to Cite

ANALYSIS OF THE UTILIZATION OF POSYANDU JIWA IN THE BLOTO PUBLIC HEALTH CENTER AREA IN 2025. (2025). International Journal of Nursing and Midwifery Science (IJNMS), 9(3), 488-498. https://doi.org/10.29082/IJNMS/2025/Vol9/Iss3/792

Similar Articles

31-40 of 221

You may also start an advanced similarity search for this article.