PARTICIPATIVE LEARNING TO IMPROVE FEMALE ADOLESCENTS’ KNOWLEDGE ON THE RISKS OF EARLY-AGE MARRIAGE

  • Merry Wijaya Universitas Padjadjaran
  • Fardila Elba Padjadjaran University of Bandung
Keywords: Adolescents, early-age marriage, , knowledge, participative learning.

Abstract

Early-age marriage is still one of the most prominent issues in female health in Indonesia. Scarce information on the risks and dangers of early-age marriage has caused many adolescents to make a rash decision to get married. This study aims to discover the effectiveness of participative learning on the risks of early-age marriage in improving female adolescents’ knowledge about the matter. This is a quantitative study in quasi-experimental design, using pretest-posttest design method, conducted at Kalijaya and Kalisari Villages, Karawang Regency, on May 2018. The sample of 80 girls from Kalijaya Village and 101 girls from Kalisari Village was selected through purposive sampling from the population of all female adolescents at those villages. Data is obtained from two sources, questionnaire (for primary data) and annual report register in local Religious Affairs Office (for secondary data). Data is analyzed using paired T-test and effect-size (ES) measurement. The results show that in Kalijaya Village, the pretest score of R=69.10, s.b=16.45 increase to a posttest score of M = 77.58, SD = 15.88, [t(80) = 6.75, p = 0.000], and the pretest score of M = 66.14, SD = 15.38 in Kalisari Village increase to a posttest score of M = 76.36, SD = 16.10 [t(101) = 7.65, p = 0.000]. The intervention of participative learning has high effectiveness (ES ≥ 0.14) in improving female adolescents’ knowledge on the dangers and risks of early-age marriage (ES = 0.37). Health education using participative method is effective to improve female adolescents’ knowledge on the risks of early marriage.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adu Boahen, E., & Yamauchi, C. (2017). The effect of female education on adolescent fertility and early marriage: evidence from free compulsory universal basic education in Ghana. Journal of African Economies, 27(2), 227-248.

Afriliana, I., Puspitaningrum, D., & Rahmawati, A. (2014). Gambaran tingkat pengetahuan siswi SD tentang menstruasi sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan di SDN Sampangan 01 Semarang. Jurnal Kebidanan, 3, 12-19.

Ahmed, S., Khan, A., Khan, S., & Noushad, S. (2014). Early marriage; a root of current physiological and psychosocial health burdens. International Journal of Endorsing Health Science Research, 2(1), 50-53.

Amelia, R., Mohdari, M., & Azizah, A. (2017). Pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan remaja tentang pernikahan dini di kelas VIII di SMP Negeri 4 Banjarmasin. Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan Dan Keperawatan, 8(1), 64-77.

Amin, S., Saha, J., & Ahmed, J. (2018). Skills-building programs to reduce child marriage in Bangladesh: a randomized controlled trial. Journal of Adolescent Health, 63(3), 293-300.

Bagaray, F. E. K., Wowor, V. N. S., & Mintjelungan, C. N. (2016). Perbedaan efektivitas DHE dengan media booklet dan media flip chart terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut siswa SDN 126 Manado. e-GiGi, 4(2), 76-82.

BKKBN. (2016). Kajian profil penduduk remaja (10-24 tahun): angka perceraian remaja. Jakarta: Policy Brief Puslitbang kependudukan-BKKBN.

Budiman, & Riyanto, A. (2013). Kapita selekta kuesioner: Pengetahuan dan sikap dalam penelitian kesehatan. Jakarta: Salemba Medika.

Budiman, S., & Arif, M. (2017). Keefektifan bimbingan klasikal berbantuan media audio visual dalam upaya mencegah terjadinya pernikahan usia dini. Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia, 2(2).

Dahlan, M. S. (2014). Statistik untuk kedokteran dan kesehatan: deskriptif, bivariat, dan multivariat, dilengkapi aplikasi menggunakan SPSS (6th ed.). Jakarta: Epidemiologi Indonesia.

Delprato, M., & Akyeampong, K. (2017). The effect of early marriage timing on women's and children's health in Sub-Saharan Africa and Southwest Asia. Annals of global health, 83(3-4), 557-567.

Djamilah, & Kartikawati, R. (2014). Dampak perkawinan anak di Indonesia. Jurnal Studi Pemuda, 3.

Haberland, N., & Rogow, D. (2015). Sexuality education: emerging trends in evidence and practice. Journal of Adolescent Health, 56(1), S15-S21.

Helmiwati. (2016). Pengaruh penyuluhan metode ceramah dengan media leaflet dan media powerpoint terhadap pengetahuan dan sikap tentang pencegahan penyalahgunaan NAPZA pada siswa SMK Fathih Azahra Medan tahun 2016. Univestitas Sumatera Utara, Medan.

Idawati, I. (2018). Determinan Pernikahan Dini pada Satu Kecamatan di Kabupaten Lampung Selatan. Jurnal Keperawatan, 13(1), 132-141.

InfoDATIN. (2012). Situsi kesehatan reproduksi remaja 29 Juni dalam rangka hari keluarga nasional. Jakarta: Pusat data dan informasi kementerian kesehatan RI.

Kemenkes, R. I. (2015). Rencana strategi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Tahun 2015-2019. Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Kesehatan, K. (2013). Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2012 Retrieved 30 Januari, 2017

Maliana, A. (2017). Hubungan antara tingkat pendidikan perempuan dengan kejadian pernikahan usia dini di KUA wilayah kerja Kecamatan Purbolinggo. Jurnal Kesehatan Akbid Wira Buana, 1(1), 42-46.

Mariani, N. N., & Lisnawati. (2018). Pendidikan kesehatan berbasis multimedia berpengaruh terhadap pengetahuan tentang kesehatan reproduksi siswa. Care: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan, 6(3), 210-218.

Muchtar, K. (2016). Penerapan komunikasi partisipatif pada pembangunan di Indonesia. Jurnal Makna, 1(1), 20-32.

Notoatmodjo, S. (2012). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan (2nd ed.). Jakarta: Rineka Cipta.

Pallant, J. (2005). SPSS survival manual: step by step guide to data analysis using SPSS for windows (version 12) (2nd ed.). Crows Nest NSW: Allen & Unwin.

Panjaitan, A. A., Damayanti, R., Wiarisa, H., & Lusrizanuri, K. (2017). Pengaruh pendidikan kesehatan tentang pernikahan dini terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap remaja di SMA Negeri 4 Sintang. Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan: Wawasan Kesehatan, 4(1), 59-63.

Rahman, F., Syahadatina, M., Aprillisya, R., & Afika, H. D. (2015). Kajian budaya remaja pelaku pernikahan dini di Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 11(2), 108-117.

Reis, M., Ramiro, L., de Matos, M. G., & Diniz, J. A. (2011). The effects of sex education in promoting sexual and reproductive health in Portuguese university students. Procedia-Social and Behavioral Sciences, 29, 477-485.

Sah, R., Gaurav, K., Baral, D., Subedi, L., Jha, N., & Pokharel, P. (2014). Factors affecting early age marriage in Dhankuta Municipality, Nepal. Nepal Journal of Medical Sciences, 3(1), 26-30.

Salam, R. A., Faqqah, A., Sajjad, N., Lassi, Z. S., Das, J. K., Kaufman, M., & Bhutta, Z. A. (2016). Improving adolescent sexual and reproductive health: A systematic review of potential interventions. Journal of Adolescent Health, 59(4), S11-S28.

Sangging, N. K. M. A., Setyowati, H., & Mardiyaningsih, E. (2014). Hubungan pengetahuan tentang menstruasi dengan kecemasan terhadap ketidakteraturan siklus menstruasi pada siswi kelas VIII DI SMP Negeri 1 Bergas. The Soedirman Journal of Nursing, 9(2), 94-102.

Saranya, S., Prince, V., & Priya, J. L. (2018). A study to assess the effectiveness of IEC on problems of early marriage in terms of knowledge and attitude among adolescent girls at Nanchiyampalayam, Dharapuram. International Journal of Advances in Nursing Management, 6(1), 1-5.

Sardi, B. (2016). Faktor-faktor pendorong pernikahan dini dan dampaknya di Desa Mahak Baru Kecamatan Sungai Boh Kabupaten Malinau. Ejournal Sosiatri-Sosiologi, 4(3), 194-207.

Sari, D. M., & Saragih, G. N. (2018). Faktor-faktor yang berhubungan dengan pernikahan dini pada wanita di Desa Serbananti Kecamatan Sipispis Kabupaten Serdang Bedagai. Jurnal Kesehatan Almuslim, 4(7), 1-9.

Sembiring, R. N. S. (2015). Efektifitas metode diskusi dan metode ceramah dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja tentang HIV/AIDS di SMPN 10 Kota Pematangsiantar tahun 2015. Universitas Sumatera Utara, Medan.

Setiawati, E. (2018). Hubungan pengetahuan remaja tentang resiko pernikahan dini dengan keinginan melakukan pernikahan dini. Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga, 2(2), 47-53.

Taukhit. (2014). Pengembangan edukasi kesehatan reproduksi dan seksualitas remaja dengan metode game kognitif proaktif. Jurnal Studi Pemuda, 3(2), 123-131.

Wahyuni, S., Afandi, A., & Widiawati, S. A. (2017). Efektivitas Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK-KRR) untuk mencegah terjadinya pernikahan dini bagi remaja. Paper presented at the Seminar Nasional Kesehatan Reproduksi Menuju Generasi Emas.

WHO. (2014). Health for the world’s adolescents: a second chance in the second decade: World Health Organization.

Wulanuari, K. A., Anggraini, A. N., & Suparman, S. (2017). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pernikahan Dini pada Wanita. Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia, 5(1), 68-75.

Yüksel-Kaptanoğlu, İ., & Ergöçmen, B. A. (2014). Early marriage: trends in Turkey, 1978-2008. Journal of Family Issues, 35(12), 1707-1724.

Zain, M. F., & Zain, I. M. (2017). Analisis berbasis cluster tentang faktor-faktor yang mempengaruhi perkawinan di bawah umur di Kabupaten Kediri. Swara Bhumi, 5(IV), 14-21.

Published
2020-04-25
How to Cite
Wijaya, M., & Elba, F. (2020). PARTICIPATIVE LEARNING TO IMPROVE FEMALE ADOLESCENTS’ KNOWLEDGE ON THE RISKS OF EARLY-AGE MARRIAGE. INTERNATIONAL JOURNAL OF NURSING AND MIDWIFERY SCIENCE (IJNMS), 4(1), 6-14. https://doi.org/10.29082/IJNMS/2020/Vol4/Iss1/268